Category: Celebs

  • Antisipasi Banjir Lewat Blue Policing, Kapolda Sulut Turun Langsung Bersihkan Sungai Tondano

    Kapolda Sulut Susuri Sungai Tondano, Petakan Potensi Banjir Jelang Musim Hujan

    Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto saat menyusuri DAS Tondano bersama instansi terkait untuk mengantisipasi potensi banjir.

    Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto saat menyusuri DAS Tondano bersama instansi terkait untuk mengantisipasi potensi banjir.

    Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M., turun langsung menyusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, Selasa (3/11/2026).

    Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi potensi banjir menjelang musim penghujan.

    Dalam patroli tersebut, Kapolda didampingi Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, perwakilan BPBD, Basarnas, serta Pemerintah Kota Manado.

    Rombongan memulai penyusuran dari kawasan Rumah Alam Ringroad. Selanjutnya, mereka mengikuti aliran Sungai Tondano hingga Pos Pemantauan Banjir Dendengan Luar, Kota Manado.

    Melalui kegiatan ini, Kapolda ingin melihat langsung kondisi sungai.

    Selain itu, patroli tersebut bertujuan mengidentifikasi titik rawan yang berpotensi memicu banjir saat curah hujan meningkat.

    “Jadi kegiatan ini adalah sekaligus kita mau melakukan cek dan melihat daerah aliran Sungai Tondano. Berkaitan dengan sudah mulai masuk musim penghujan. Beberapa kali sudah terjadi hujan di wilayah Sulawesi Utara, khususnya Manado. Ini sebagai langkah antisipasi, supaya apabila hujan dari daerah Minahasa dan lain sebagainya turun ke mana, ke daerah aliran sungai, itu bisa lancar airnya sampai ke laut,” ujar Irjen Pol Yudo Hermanto.

    Baca Juga :  Kapolda Sulut Irjen Pol Yudho Hermanto Sambangi Jalan Roda Manado, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat
    Kapolda Sulut Temukan Sedimentasi dan Sampah di Sungai Tondano

    Dari hasil penyusuran sepanjang kurang lebih 5 kilometer, tim menemukan sejumlah kendala di sepanjang aliran sungai.

    Kendala tersebut meliputi sedimentasi berupa endapan material serta penumpukan sampah.

    Sampah plastik mendominasi tumpukan yang ditemukan di sejumlah titik.

    Menanggapi kondisi itu, kepolisian bersama instansi terkait turut memberikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

    Baca Juga :  BI Perkuat Pengendalian Inflasi Pangan, Sebut TP PKK Sulut Ujung Tombak Ketahanan Keluarga

    Kapolda mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan.

    Sebab, tumpukan sampah dapat menyumbat aliran air dan memicu luapan sungai ketika hujan deras.

    Selain itu, Kapolda menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk menghadapi musim penghujan.

    Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu mengambil langkah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

    “Melalui sinergi bersama Pemkot Manado, stakeholder terkait, BPBD, Basarnas, serta balai sungai, peninjauan ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah serta tindakan konkret sesuai dengan porsi kerja masing-masing. Langkah proaktif ini merupakan wujud nyata program polisi bersama masyarakat dalam mengantisipasi kesiapan menghadapi musim penghujan,” pungkas Kapolda.

    Patroli tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir di wilayah Manado.

  • Kapolda Sulut Susuri Sungai Tondano, Petakan Potensi Banjir Jelang Musim Hujan

    Kapolda Sulut Susuri Sungai Tondano, Petakan Potensi Banjir Jelang Musim Hujan

    Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto saat menyusuri DAS Tondano bersama instansi terkait untuk mengantisipasi potensi banjir.

    Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto saat menyusuri DAS Tondano bersama instansi terkait untuk mengantisipasi potensi banjir.

    Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M., turun langsung menyusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, Selasa (3/11/2026).

    Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi potensi banjir menjelang musim penghujan.

    Dalam patroli tersebut, Kapolda didampingi Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, perwakilan BPBD, Basarnas, serta Pemerintah Kota Manado.

    Rombongan memulai penyusuran dari kawasan Rumah Alam Ringroad. Selanjutnya, mereka mengikuti aliran Sungai Tondano hingga Pos Pemantauan Banjir Dendengan Luar, Kota Manado.

    Melalui kegiatan ini, Kapolda ingin melihat langsung kondisi sungai.

    Selain itu, patroli tersebut bertujuan mengidentifikasi titik rawan yang berpotensi memicu banjir saat curah hujan meningkat.

    “Jadi kegiatan ini adalah sekaligus kita mau melakukan cek dan melihat daerah aliran Sungai Tondano. Berkaitan dengan sudah mulai masuk musim penghujan. Beberapa kali sudah terjadi hujan di wilayah Sulawesi Utara, khususnya Manado. Ini sebagai langkah antisipasi, supaya apabila hujan dari daerah Minahasa dan lain sebagainya turun ke mana, ke daerah aliran sungai, itu bisa lancar airnya sampai ke laut,” ujar Irjen Pol Yudo Hermanto.

    Baca Juga :  Kapolda Sulut Irjen Pol Yudho Hermanto Sambangi Jalan Roda Manado, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat
    Kapolda Sulut Temukan Sedimentasi dan Sampah di Sungai Tondano

    Dari hasil penyusuran sepanjang kurang lebih 5 kilometer, tim menemukan sejumlah kendala di sepanjang aliran sungai.

    Kendala tersebut meliputi sedimentasi berupa endapan material serta penumpukan sampah.

    Sampah plastik mendominasi tumpukan yang ditemukan di sejumlah titik.

    Menanggapi kondisi itu, kepolisian bersama instansi terkait turut memberikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

    Baca Juga :  BI Perkuat Pengendalian Inflasi Pangan, Sebut TP PKK Sulut Ujung Tombak Ketahanan Keluarga

    Kapolda mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan.

    Sebab, tumpukan sampah dapat menyumbat aliran air dan memicu luapan sungai ketika hujan deras.

    Selain itu, Kapolda menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk menghadapi musim penghujan.

    Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu mengambil langkah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

    “Melalui sinergi bersama Pemkot Manado, stakeholder terkait, BPBD, Basarnas, serta balai sungai, peninjauan ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah serta tindakan konkret sesuai dengan porsi kerja masing-masing. Langkah proaktif ini merupakan wujud nyata program polisi bersama masyarakat dalam mengantisipasi kesiapan menghadapi musim penghujan,” pungkas Kapolda.

    Patroli tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir di wilayah Manado.

  • Kapolda Metro Jaya Siapkan Penataan Kampung Bahari Bebas N4rkob4

    Kapolda Metro Jaya Siapkan Penataan Kampung Bahari Bebas N4rkob4

    Pascapenggerebekan narkoba, Polda Metro Jaya bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta pemerintah daerah membahas penataan kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penataan ini dilakukan untuk menghapus stigma Kampung Bahari sebagai ‘kampung narkoba’.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto menegaskan penanganan Kampung Bahari tidak boleh berhenti pada penegakan hukum. Perbaikan lingkungan perlu disertai penyelesaian persoalan sosial agar kawasan tersebut tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas peredaran narkoba.

    “Penataan ini bukan untuk membuat warga negara kita yang selama ini mendapat penghasilan kemudian tidak ada penghasilan dan bingung. Negara hadir untuk memfasilitasi itu,” kata Kapolda saat meninjau kawasan tersebut.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto bersama KAI dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman akan menata Kampung Bahari. (Foto: dok. Polda Metro Jaya)

    Kapolda meminta masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut didata, termasuk kondisi hunian dan sumber penghasilannya. Perhatian khusus diberikan kepada masyarakat yang menggantungkan mata pencarian dari pemilahan dan pengelolaan sampah agar proses penataan tidak menghilangkan sumber penghasilan mereka tanpa solusi.

    Dalam pembahasan bersama sejumlah pemangku kepentingan, pembersihan direncanakan berlangsung secara bertahap dengan memprioritaskan area yang sudah tidak dihuni. Sementara itu, bangunan yang masih ditempati warga akan didata terlebih dahulu untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

     

    Executive Vice President (EVP) Daop 1 Jakarta PT KAI Januri menyampaikan pihaknya merencanakan pengerahan alat berat dan kendaraan pengangkut sampah mulai Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut akan dilaksanakan dengan memperhatikan keselamatan perjalanan kereta api dan kondisi masyarakat di sekitar kawasan.

    Menurut Januri, perbaikan lingkungan juga membutuhkan penyelesaian jangka panjang. Karena itu, PT KAI bersama pemerintah membahas kemungkinan penyediaan alternatif hunian bagi masyarakat terdampak dengan mengedepankan pendekatan humanis dan dialog bersama warga.

     

    Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto bersama KAI dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman akan menata Kampung Bahari. (Foto: dok. Polda Metro Jaya)

    Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menyampaikan bahwa pemerintah memiliki program bantuan perumahan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Di kawasan Kampung Bahari, tercatat 46 penerima bantuan yang tersebar di beberapa RW. Pendataan kembali akan dilakukan untuk melihat kemungkinan penambahan penerima sesuai dengan ketersediaan alokasi program.

    Selain perbaikan fisik, Kapolda menekankan pentingnya pengawasan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat untuk mencegah kembali munculnya aktivitas peredaran narkoba. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat secara berkelanjutan.

    Kapolda juga menyoroti perlunya solusi ekonomi bagi warga, termasuk pendampingan pengelolaan sampah dan kemungkinan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mempertahankan mata pencaharian sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal mereka.

    Melalui kerja sama lintas instansi, penanganan Kampung Bahari diharapkan tidak hanya mencegah peredaran narkoba, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih aman, bersih, sehat, dan layak bagi masyarakat.

  • Kapolri Pastikan Polri Jamin Seluruh Pengobatan Ojol Korban Kecelakaan di Blok M

    Kapolri Pastikan Polri Jamin Seluruh Pengobatan Ojol Korban Kecelakaan di Blok M

    Polri menjenguk ojol korban kecelakaan di Blok M. (Foto: Dok. Instagram Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto)

    Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan perhatian khusus terhadap insiden kecelakaan yang menimpa pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Blok M Jakarta Selatan. Kapolri menyebut Polri akan menjamin seluruh penanganan medis korban hingga sembuh.

    Hal itu disampaikan Kapolri melalui akun Instagram resminya, Selasa (27/10/2026). Kapolri mengutus Karumkit Pusdokkes Polri Brigjen Nariyana dan jajaran Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Firman Darmansyah untuk menjenguk korban di RS. Kapolri juga menegaskan akan menjamin perawatan korban.

    “Sebagai bentuk kepedulian, Polri menjamin seluruh penanganan medis korban hingga sembuh total,” kata Suyudi.

    Selain itu, jika kondisi klinis memungkinkan, Karumkit merekomendasikan agar korban dialihkan perawatannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Said Sukanto (RS Polri Kramat Jati). Hal itu untuk memastikan perawatan medis berjalan maksimal.

    “Insyaallah nanti Bapak Kapolri membantu sampai kesembuhan,” kata Kombes Firman.

    Dirlantas juga menyampaikan salam Kapolri kepada keluarga korban. Ia mengatakan Kapolri mendoakan driver ojol tersebut segera sembuh. Sementara itu, keluarga korban mengapresiasi bantuan tersebut.

    “Terima kasih kepada Kapolri telah banyak membantu saya dan mendoakan suami saya, semoga bapak dibalas amal ibadahnya oleh Allah Yang Maha Kuasa, dimurahkan rezekinya,” kata istri korban.

    Sebelumnya, polisi menetapkan sopir mobil listrik BYD berinisial S (46) sebagai tersangka. S ditetapkan sebagai tersangka setelah menabrak empat mobil secara beruntun hingga melindas pengemudi ojek online (ojol) berinisial HS (56) di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    “(Status) Sopir sebagai tersangka,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo saat dihubungi wartawan, Minggu (25/10).

  • Kapolda Metro Gelar Sabtu Berkah Bersama Ojol, Ingatkan Keselamatan Jadi Prioritas

    Kapolda Metro Gelar Sabtu Berkah Bersama Ojol, Ingatkan Keselamatan Jadi Prioritas

    JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengajak para pengemudi ojek online untuk selalu menjaga kesehatan dan mengutamakan keselamatan saat mencari nafkah. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sabtu Berkah bersama pengemudi ojol di depan Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Sabtu (24/10/2026).

    Kegiatan yang turut dihadiri Dirintelkam, Dirlantas, dan Dirbinmas Polda Metro Jaya itu menjadi kesempatan bagi Kapolda untuk menyapa dan berbincang langsung dengan para pengemudi. Ia mengingatkan agar mereka selalu berhati-hati saat bekerja karena keluarga menantikan kepulangan mereka di rumah.

    “Yang penting jaga kesehatan dan keselamatan. Jadi kalau mau ke mana-mana, utamakan itu,” ujarnya.

    Kapolda juga mengajak para pengemudi untuk berdoa sebelum berangkat mencari nafkah agar dapat kembali ke rumah dengan selamat. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Sabtu Berkah bersama pengemudi ojol direncanakan berlangsung rutin setiap Sabtu sebagai sarana berbagi dan menjaga silaturahmi dalam semangat Polisi Bersama Masyarakat.

    Salah seorang pengemudi ojol asal Jakarta Utara, Hendri Manurung, yang telah bekerja sejak 2015, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian Kapolda Metro Jaya dan berharap komunikasi antara kepolisian dengan komunitas ojol terus terjalin, termasuk dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

    Hal senada disampaikan Jefry Gobang, koordinator ojol wilayah Kabupaten Bekasi. Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan serta kesempatan bersilaturahmi langsung dengan Kapolda. Menurutnya, kegiatan tersebut bermanfaat bagi para pengemudi sekaligus menjadi kesempatan untuk menjaga hubungan baik dengan kepolisian.

  • Kapolda Sumsel Pimpin Gerakan Asri, Dorong Kebersihan Jadi Budaya Bersama

    Gerakan Asri Polda Sumsel: Kapolda Sumsel Ajak Personel Jadikan Kebersihan Budaya Bersama

    Gerakan Asri Polda Sumsel: Kapolda Ajak Personel Jadikan Kebersihan Budaya Bersama

    Kapolda Sumsel Turun Langsung, Gerakan Asri Bersihkan Komplek Pakri Palembang–

     

    Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar Gerakan Asri.

    Gerakan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

    Gerakan ASRI tersebut berlangsung di Komplek Pakri, Palembang, Selasa (22 September 2026).

    Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. memimpin langsung kegiatan yang diikuti personel Polda Sumsel.

    Dalam aksi tersebut, Kapolda bersama anggota turun ke lapangan untuk membersihkan sejumlah area sekaligus melakukan penataan lingkungan.

    Kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan menyasar sampah dan sejumlah bagian kawasan yang membutuhkan penataan.

    Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, Gerakan Asri menjadi momentum untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan secara konsisten.

    Kapolda Sumsel mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu.

    “Gerakan Asri ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan. Menjaga kebersihan bukan hanya tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama. Kita ingin menumbuhkan kebiasaan untuk peduli dan menjaga lingkungan mulai dari sekitar kita sendiri,” ujar Kapolda Sumsel.

    Menurut Kapolda Sandi Nugroho, lingkungan yang tertata dan bersih dapat memberikan rasa nyaman sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang lebih sehat bagi masyarakat.

    Karena itu, Polri dinilai perlu mengambil bagian dalam mendorong kesadaran masyarakat melalui kegiatan yang memiliki manfaat langsung.

    “Polri harus hadir dengan memberikan manfaat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun semangat gotong royong sekaligus memberikan contoh bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Gerakan Asri juga menjadi bagian dari kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan personel kepolisian di luar tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban.

    Keterlibatan anggota dalam aksi lingkungan diharapkan dapat memperkuat interaksi positif dengan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi dalam menjaga kebersihan kawasan.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan, Gerakan Asri membawa pesan mengenai pentingnya kebersamaan dalam menjaga lingkungan.

    “Gerakan Asri tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menjadi ajakan kepada elemen masyarakat untuk membangun kesadaran bersama. Lingkungan yang bersih dan nyaman akan tercipta apabila kepedulian tersebut menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Nandang.

    Ia menambahkan, Polda Sumsel terus mendorong berbagai kegiatan positif yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat serta memberikan manfaat bagi lingkungan.

    Melalui kegiatan tersebut, Polda Sumsel berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Gerakan Asri diharapkan turut mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan tertata di wilayah Sumatera Selatan.

  • Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangerang Selatan

    Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangerang Selatan

     

    Tangerang Selatan, Kicaunews.com – Polda Metro Jaya mengungkap dugaan tindak pidana pemalsuan uang rupiah di sebuah gudang kawasan industri Taman Tekno BSD, Setu, Kota Tangerang Selatan, Jumat (21/8/2026) malam. Empat orang diamankan dan masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran serta keterlibatan masing-masing.

    Dari lokasi, penyidik menemukan sekitar 360.000 lembar yang menyerupai uang rupiah pecahan Rp100.000. Petugas juga mengamankan sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan proses pembuatan, antara lain mesin cetak empat warna, mesin potong, printer, mesin pembuat plat film, mesin UV, tinta, plat cetak, laptop, serta bahan baku kertas.

    Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor D. Mackbon mengatakan, seluruh temuan masih diperiksa lebih lanjut untuk memastikan keaslian dan keterkaitannya dengan perkara. Penyidik juga menelusuri rangkaian kegiatan yang diduga berlangsung di lokasi tersebut.

    “Penyidik masih mendalami asal bahan baku, proses pembuatan, kapasitas produksi, serta pihak-pihak yang berperan di dalamnya. Kami juga menelusuri apakah lembaran yang menyerupai uang rupiah ini masih berada pada tahap produksi dan penyimpanan atau ada yang sudah diedarkan,” ujar Kombes Victor Mackbon, Sabtu (22/8/2026).

     

    Menurut Victor, pengembangan dilakukan untuk memetakan perkara dari hulu hingga hilir, termasuk kemungkinan jalur distribusi dan keterlibatan pihak lain. Penyidik belum menyimpulkan luas jaringan maupun jumlah yang mungkin telah beredar karena seluruhnya masih menjadi materi pemeriksaan.

     

    “Yang kami lakukan sekarang adalah membangun gambaran secara utuh berdasarkan barang bukti dan hasil pemeriksaan. Apabila dalam pengembangan ditemukan keterlibatan pihak lain, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai fakta penyidikan,” kata Kombes Victor Mackbon.

     

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penanganan perkara tersebut tidak hanya berfokus pada temuan di lokasi. Kepolisian juga berkepentingan melindungi masyarakat dari potensi kerugian sekaligus menjaga kepercayaan terhadap rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

     

    “Rupiah bukan hanya alat pembayaran yang sah, tetapi juga salah satu simbol kedaulatan negara. Karena itu, dugaan pemalsuan uang harus ditangani secara serius agar masyarakat terlindungi dan kepercayaan terhadap sistem pembayaran tetap terjaga,” ujar Kombes Budi Hermanto.

     

    Ia meminta masyarakat lebih cermat ketika menerima uang tunai dan tidak mengedarkan kembali uang yang diragukan keasliannya. Pada saat yang sama, masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai luas jaringan maupun jumlah yang telah beredar selama proses penyidikan masih berlangsung.

     

    “Jika menemukan uang yang diragukan keasliannya, jangan diedarkan kembali. Segera laporkan kepada kepolisian agar dapat diperiksa dan ditindaklanjuti,” kata Kombes Budi Hermanto.

     

    Perkara tersebut didalami dengan sangkaan Pasal 374 dan/atau Pasal 375 jo. Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 36 dan/atau Pasal 37 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Polda Metro Jaya akan menyampaikan perkembangan perkara berdasarkan hasil pemeriksaan barang bukti dan pengembangan penyidikan.

  • Diresmikan Presiden, Jembatan Presisi jadi penghubung baru warga di wilayah Polda Metro Jaya

    Diresmikan Presiden, Jembatan Presisi jadi penghubung baru warga di wilayah Polda Metro Jaya

    Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri saat meresmikan secara langsung salah satu jembatan yang berlokasi di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya.

    Sebanyak lima Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya diresmikan Presiden bersamaan dengan jembatan lainnya untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat, Kamis.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri turut menghadiri peresmian sekaligus bakti sosial dan bakti kesehatan di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.

    “Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih yang di resmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui konferensi video Zoom,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

    Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Cabangbungin, sekaligus meresmikan jembatan untuk mulai dimanfaatkan masyarakat.

    Di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat lima Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang Selatan. Empat jembatan berada di Kabupaten Bekasi, sementara satu lainnya berada di Kota Tangerang Selatan.

    “Empat titik di Kabupaten Bekasi masing-masing berada di Kampung Kalenderwak, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur; Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran; Kampung Pulongandang Tengah, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin; serta Desa Bantar Jaya, Kecamatan Pebayuran. Sementara satu jembatan lainnya berada di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan,” ucap Asep.

    Keberadaan lima jembatan tersebut menjadi akses penghubung baru bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

    “Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah perjalanan warga menuju permukiman, sekolah, fasilitas pelayanan, lahan pertanian maupun pusat kegiatan ekonomi, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat,” kata Asep.

    Khusus di Desa Sindangsari, Cabangbungin, Jembatan Merah Putih Presisi menjadi sarana penghubung yang memberikan akses lebih aman dan layak bagi warga sekitar. Usai peresmian, Kapolda Metro Jaya bersama jajaran juga meninjau langsung jembatan serta berdialog dengan masyarakat.

    Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya juga menggelar bakti sosial berupa penyerahan paket bantuan serta bakti kesehatan bagi masyarakat sekitar.

    Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya meninjau langsung layanan pemeriksaan kesehatan dan berdialog dengan warga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

    Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga dan membantu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.

    “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

    Kapolri juga menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik.

    “Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak Presiden betul-betul dapat kita laksanakan, sehingga kita bisa memberikan pengabdian terbaik demi terwujudnya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.

    Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut menjadi wujud kolaborasi Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang memperkuat konektivitas serta memberikan manfaat nyata bagi warga. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.

  • Kapolda Sumsel Hadirkan Solusi Air Bersih, Sumur Bor Bantu 250 KK di Sukajaya Palembang

    Kapolda Sumsel Hadirkan Solusi Air Bersih, Sumur Bor Bantu 250 KK di Sukajaya Palembang

    Kapolda Sumsel Hadirkan Solusi Air Bersih, Sumur Bor Bantu 250 KK di Sukajaya Palembang

    PALEMBANG – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan merespons kebutuhan dasar warga.

     

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan sumur bor atas inisiatif Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., yang berada di lingkungan Masjid Baiturakhim, RT 42 Soak Permai, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarame, Kota Palembang.

     

    Fasilitas tersebut kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau. Diperkirakan sekitar 250 kepala keluarga di wilayah tersebut terdampak keterbatasan pasokan air, sehingga keberadaan sumur bor menjadi solusi yang sangat berarti bagi pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

     

    Kapolsek Sukarame Kompol Alex Andriyan mengatakan, pembangunan sumur bor tersebut merupakan bentuk kepedulian Kapolda Sumsel terhadap kondisi masyarakat sekaligus tindak lanjut untuk membantu warga menghadapi keterbatasan air pada musim kemarau.

     

    “Sumur bor ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kurang lebih 250 kepala keluarga di sekitar sini mengalami kesulitan air pada musim kemarau. Dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air warga dapat terbantu untuk keperluan sehari-hari,” ujar Kompol Alex Andriyan.

     

    Manfaat fasilitas tersebut terlihat dari antusiasme warga yang datang membawa jeriken maupun berbagai wadah untuk mengambil air dari sumur bor yang berada di lingkungan Masjid Baiturakhim. Air yang tersedia kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

     

    Menurut Kapolsek Sukarame, keberadaan sumur bor tersebut menunjukkan bahwa fasilitas air memang menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di kawasan Soak Permai dan sekitarnya. Selain dapat dimanfaatkan oleh jamaah masjid, sumber air tersebut juga terbuka untuk membantu warga yang membutuhkan, khususnya ketika ketersediaan air mulai terbatas akibat musim kemarau.

     

    Kehadiran fasilitas tersebut pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Sumsel dan jajaran kepolisian karena telah menghadirkan sarana yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung, terutama di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan keterbatasan sumber air.

     

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan, pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari upaya Polda Sumsel untuk terus menghadirkan Polri yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

     

    “Bapak Kapolda Sumsel terus mendorong jajaran agar kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui langkah nyata yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Sumur bor ini diharapkan dapat membantu warga memperoleh akses air untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya pada musim kemarau,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

     

    Ia menambahkan, semangat kepedulian tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan Polri dengan masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung.

     

    “Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, manfaatnya dapat terus dirasakan oleh warga yang membutuhkan,” tambahnya.

     

    Kehadiran sumur bor di Sukajaya menjadi gambaran bahwa pelayanan Polri kepada masyarakat memiliki dimensi yang luas. Di tengah tantangan musim kemarau dan keterbatasan air yang dialami ratusan keluarga, Polda Sumsel berupaya hadir dengan solusi yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

     

    Langkah tersebut sekaligus memperkuat semangat Polri untuk terus membangun hubungan yang semakin dekat dengan masyarakat melalui kepedulian, pelayanan, dan aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

  • Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Trobosan Bidang Kesehatan

    Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Trobosan Ini di Bidang Kesehatan

    BITUNG,  Inilah trobosan di bidang kesehatan, dilakukan Dirpolairud Polda Sulut, Kamis (30/4/2026).

    Melalui bidang kesehatan yang ada di Ditpolairud Polda Sulut, naik turun kapal yang ada di perairan Selat Lembeh Kota Bitung.

    “Trobosan pendekatan ke masyarakat pesisir.Ada klinik terapung melakukan pemeriksaan kesehatan ke nelayan dan awak kapal yang berada di atas kapal,” kata Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas, saat kong-kongko dengan puluhan wartawan di Kota Bitung Provinsi Sulut, Kamis (30/4/2026).

    Lanjut Bayu, selain itu ada Gas LPG 3 Kilogram harus di kawal agar tepat sasaran ke masyarakat.

    Selain itu pihaknya juga fokus pada Kebersihan lingkungan, harus dijaga bersama, kolaborasi bersama melakukan kegiatan bersih pantai dan himbauan ke warga pesisir jaga kebersihan lingkungan.

    Jangan buang sampah sembarangan, buang sampah pada tempatnya dan hindari penggunaan sampah plastik.

    Termasuk dengan lingkungan di laut, bermuara pada keberlangsungan ekosistem.

    “Mengenai lingkungan erat kaitannya dengan kebijakan lingkungan dari Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu gerakan Asri (Aman, sehat, resik dan indah),” kata dia.

    Terpisah Ketua PWI Bitung Tezar Basalama, mewakili puluhan jurnalis yang mengikuti kegiatan kongko-kongko, memberikan apresiasi kepada Dirpolairud Polda Sulut.

    “Kami haral kedepan akan terus terjalin terys kemitraan ini,” kata Ketua PWI Bitung Tezar Basalama.

    Pihaknya berkomitmen akan kawal kebijakan institusi kepolisian di sektor migas.

    Termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat pesisir di Kota Bitung.(redaksi)